Pengakuan Ical, pemuda Bone yang menikahi bule Jerman INFORMASI TERBARU

Benarkah telah terjadi hari ini? Pengakuan Ical, pemuda Bone yang menikahi bule Jerman.

Merdeka.com – Afrisal Rahmat jadi perbincangan lini massa setelah video pernikahannya dengan Kathleen Kovarbasic (25) atau akrab disapa Katy menyebar luas. Afrisal atau akrab disapa Ical, warga Bone, Sulawesi Selatan bertemu jodohnya perempuan asal Jerman justru di pulau dewata, Bali.

Saat usianya masih 21 tahun, Ical memilih jalan merantau jauh dari orang tua. Kota yang dituju adalah kota budaya Pulau Dewata, Bali. Di sana dia bekerja sebagai seorang pelukis. Kurang lebih 2 tahun mengejar pengalaman hidup sembari belajar, putra sulung dari dua bersaudara pasangan Ahmad Seng (53) dan Ratna (49) ini memutuskan menikahi Katy, gadis pujaan hatinya yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

“Saya sendiri juga tidak sangka akan menikah dan tidak sangka menikah dengan gadis bule. Saya tidak punya mimpi harus begini atau begitu karena prinsipnya hidup dijalani seperti air mengalir,” tutur Afrisal atau Ical, (23), yang dihubungi, Sabtu petang, (9/9)

Akad nikahnya dengan Katy dilangsungkan sehari setelah Idul Fitri, Juni 2017. Kamis kemarin (7/9) adalah acara resepsi yang berlangsung di rumah orang tuanya di Kompleks Macanang Indah Permai, Kota Watangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

“Padahal saya tidak punya target apa-apa bahwa harus perempuan seperti apa yang akan jadi istri saya. Apakah perempuan dari sini atau dari luar. Dengan Katy banyak kesamaan dan merasa cocok, kami pun menikah,” tutur Ical.

Kesamaan yang dimaksud Ical, sama-sama menyukai seni, traveling, vegetarian. Katy yang semula hanya berlibur ke Indonesia, memilih menetap karena sangat suka suasana dan budaya Bali. Pernikahan disambut baik keluarga kedua belah pihak.

Ical menuturkan, orang tua Katy di Jerman merespon baik. Katy, bungsu dari dua bersaudara ini telah memilih tinggal di Indonesia dan sudah ada kecocokan dengan laki-laki pilihannya maka orang tuanya memberi restu. Hal yang sama juga datang dari orang tua Ical, Ahmad Seng, staf Pascasarjana STAIN Watampone dan Ratna, staf Kantor Urusan Agama Kecamatan Palakka, Bone juga langsung memberi respons positif.

“Katanya kalau sudah cocok ya silakan. Supaya tidak sendiri juga tinggal di Bali,” kata Ical.

Dia menambahkan, sebelum akad nikah, Katy terlebih memilih menjadi mualaf di hadapan orang tua dan ustaz. Pernikahan tidak dihadiri pihak keluarga Katy. Sebab, orang tua Katy berhalangan hadir. Rencananya, akhir tahun ini rombongan keluarga besar Katy akan datang ke Indonesia.

“Katy sangat senang di sini (di rumah orang tua Ical). Dia lagi bersih-bersih rumah sama keluarga,” ujar Ical yang terdengar tertawa kecil dari balik telepon.

Menurutnya, Katy berkali-kali berkata “Waoow”. Dia sangat takjub dengan budaya di Kabupaten Bone, termasuk kebersamaan antar keluarga, semua bahu membahu, saling membantu.

“Katy sangat senang dengan baju bodo, baju pengantin adat Bugis Bone yang dikenakannya saat menikah kemarin. Fotonya dia kirim ke orang tuanya. Meski sebenarnya dia merasa berat properti pengantin di bagian kepala,” tutur Afrisal Rahmat. [noe]

Cerita aneh menurut link informasi tentang Pengakuan Ical, pemuda Bone yang menikahi bule Jerman.