Pelarian kehausan terpaksa minum air tandas KONDISI TERBARU

Media online mempublikasikan kabar terbaru bahwa Pelarian kehausan terpaksa minum air tandas.

Pelarian yang kehausan dan pencari suaka yang ditahan di depot tahanan imigrasi Malaysia terpaksa meminum air toilet, menurut laporan yang dipublikasikan dalam koran The Guardian .

"Mereka hanya memberi kami secangkir kecil air dengan makanan, jika tidak cukup, kami terpaksa minum air toilet," kata Mouyura Begum, 18, seorang pengungsi Rohingya kepada koran dari Inggris ini.

Mouyura, yang ditahan selama setahun di depot Belantik di Kedah, juga mengklaim penjaga di pusat tahanan itu sering-kali memukul mereka.

"Hanya ketika seseorang itu hampir mati, pengawal akan datang. Jika tidak, jika kita mengeluh, atau minta untuk dibawa ke rumah sakit, mereka akan memukul kami," dakawanya.

Dalam beberapa kasus, seorang pengungsi dari negara Kachin Myanmar mengklaim pengungsi dipalu sampai mati.

Berbicara dengan syarat namanya tidak dipublikasikan, dia mengklaim menyaksikan seorang tahanan Sri Lanka dipukuli sampai mati.

"Tapi mereka beritahu kami, dia mati karena sakit," katanya.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan The Guardian bahwa setidaknya 24 pengungsi dan pencari suaka meninggal dunia – kebanyakan disebabkan oleh penyakit – ketika ditahan oleh Departemen Imigrasi sejak 2015.

Kementerian Dalam Negeri menegaskan antara 2014 dan 2016, 161 kematian terjadi di depot imigrasi.

Dalam jawaban parlemen bulan ini, kementerian itu mengatakan jumlah terbesar kematian tercatat di kamp-kamp tahanan adalah di Langkap (40), Bukit Jalil (31) dan Lenggeng (28).

Kebanyakan kematian melibatkan warga Myanmar (73), diikuti oleh Indonesia (23) dan Bangladesh (14).

Kementerian Dalam Negeri mengatakan, kematian disebabkan oleh berbagai penyakit termasuk TBC dan HIV.

[Baca berita penuh]

Kabar hari ini disadur berdasarkan situs berita tentang Pelarian kehausan terpaksa minum air tandas.

Leave a Reply