Negara Dinilai Salah Kelola, Fahri Tak Ingin Bangsa… ISU POLITIK?

Gosip hangat saat ini ternyata benar? Negara Dinilai Salah Kelola, Fahri Tak Ingin Bangsa….

loading…

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersama Solidaritas Alumni Universitas Indonesia (UI) menegaskan tak ingin pondasi bangsa ini roboh. Pasalnya, dia menilai pemimpin bangsa saat ini seolah tidak bisa mengelola permasalahan yang ada, terutama masalah ekonomi.

Karena itu kata Fahri, gerakan mengganti presiden pada Pilpres 2019 muncul belakangan ini. “Kita ini tak mau roboh bersama-sama. Kalau bangsa ini roboh kita tentu tidak bisa terima,” ujar Fahri, Rabu (30/5/2018).

Hal demikian dikatakan juga oleh Fahri saat bertemu kawan-kawannya di kawasan Senayan beberapa waktu lalu. Setidaknya ada 300-an alumni UI yang hadir.

Di antaranya Ketua ILUNI UI Hariadi Darmawan yang pada tahun 1998 menjadi pendukung gerakan reformasi, Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris, budayawan Ridwan Saidi, aktivis senior Sri Bintang Pamungkas.

Ada juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, ekonom Ichsanudin Noorsy, Pieter Sumaryoto, Kivlan Zein, Chusnul Mar’iyah, Taufik Bahaudin, Heri Hernawan, dan seniman Taufik Ismail.

Sementara Ketua penyelenggara acara Hidayat Matnur saat itu mengatakan, dorongan bagi mereka untuk berkumpul adalah ingin berdiskusi dan memunculkan solusi atas permasalahan bangsa.

“Munculnya aksi kekerasan, gejala krisis ekonomi yang ditandai gejolak nilai tukar, pengekangan kebebasan berdemokrasi, kriminalisasi ulama, adalah di antara masalah-masalah yang terjadi saat ini dan alumni UI tidak ingin tinggal diam,” jelas Matnur.

Acara tersebut diisi kegiatan buka bersama, orasi, pembacaan puisi dan diskusi. Pada bagian akhir acara, ada 15 orang perwakilan alumni membacakan Manifesto Alumni UI berjudul ‘Rebut Kembali Reformasi’.

Mereka menyoroti penegakan hukum yang kian menganga dan menyisakan ketidakadilan kepada anak bangsanya. Selain itu, menurut mereka reformasi harus direbut kembali dengan menempatkan putra-putri terbaik bangsa ini sebagai pemimpin melalui cara-cara yang konstitusional.

Mereka juga ingin acara semacam ini bisa diperbesar skalanya. Paling tidak setelah Idul Fitri nanti. Alumni UI pun meminta kesediaan Fahri Hamzah selaku eksponen 98 untuk memimpin gerakan yang mereka sebut “Reformasi Jilid II”.

(maf)

Cerita aneh menurut situs media tentang Negara Dinilai Salah Kelola, Fahri Tak Ingin Bangsa….