MP bersatu sokong RUU kesalahan seksual terhadap kanak-kanak BENARKAH KABARNYA?

Benarkah telah terjadi hari ini? MP bersatu sokong RUU kesalahan seksual terhadap kanak-kanak.

Anggota parlemen dari pemerintah dan oposisi bergabung dalam konferensi pers hari ini menyatakan dukungan terhadap Bill (RUU) Kesalahan-Kesalahan Seksual Terhadap Anak-Anak 2017.

RUU itu disajikan untuk bacaan pertama di Dewan Rakyat, yang antara lain akan membahas masalah pornografi melibatkan anak-anak.

Ia dibacakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Azalina Othman.

Ketika konferensi pers, Azalina mengatakan ia yakin partisipasi semua anggota parlemen akan memainkan peran ketika perdebatan bagi meningkatkan RUU itu dan seterusnya mendukung RUU tersebut.

"Kita terbuka dengan saran dari semua anggota parlemen. Di tingkat komite juga mungkin ada bagian yang dapat diubah.

"Semua anggota parlemen akan bersatu dalam hal ini. Kepada pelaku (seksual anak-anak) di luar sana, Anda bisa lari tetapi tidak akan terlepas," kata Azalina.

Tempat yang bergabung konferensi pers itu adalah Menteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Anak Datuk Seri Rohani Abdul Karim, Nurul Izzah Anwar (PKR – Lembah Pantai), Teo Nie Ching (DAP – Kulai), Teresa Kok (DAP – Seputeh ) dan Datin Mastura Mohd Yazid (BN – Kuala Kangsar)

Jika disetujui, RUU itu akan memperkenalkan berbagai kesalahan terkait kejahatan seksual terhadap anak-anak, dengan hukuman penjara maksimal 30 tahun, denda maksimum RM20,000 dan paling kurang 6 stroke.

Ia mencakup 7 hal, yaitu pornografi anak, pengantungan anak (child grooming), serangan seksual fisik dan non fisik, hukuman terhadap orang yang memiliki hubungan kepercayaan (seperti anggota keluarga dan guru) yang terlibat atau kolusi dan penekanan terhadap keterangan saksi anak.

'Kami akan buru Anda'

Sesuai dengan RUU ini, kata Azalina lagi, beberapa bagian kanon pidana akan turut diubah dan pengadilan khusus akan dibuat.

"(Pengadilan dan perubahan) akan membantu pelaksanaan dan aplikasi hukum ini. Diharapkan kasus akan diselesaikan dengan cepat dan tidak lagi ditunda sampai bertahun," katanya.

Katanya, RUU ini juga mencakup berbagai aspek, terutama soal pelaku seks dan mereka yang terlibat.

"Misalnya mereka yang membantu dalam pornografi anak, meskipun tidak terlibat secara langsung. Begitu juga orang seperti guru dan anggota keluarga yang menyembunyikan informasi.

"Kami akan memburu Anda, tidak ada yang akan lolos," katanya.

Sementara itu, Rohani menggambarkan RUU ini melengkapi UU Anak 2001 yang turut diubah tahun lalu.

"Akta Anak lebih kepada melindungi golongan itu, tetapi pelaku lewatkan. Maka apa yang tidak disentuh dalam akta itu, ada dalam RUU ini," katanya.

Nurul Izzah pula mendesak semua anggota parlemen mendukung RUU ini untuk memberantas kejahatan tersebut yang sering terjadi.

"Meskipun kita ada perbedaan dalam soal mendasar, alhamdulillah kita dapat bersama untuk melindungi anak-anak. Semua anggota parlemen wajib mendukung RUU ini," katanya.

Hot update informasi disampaikan juga pada link informasi tentang MP bersatu sokong RUU kesalahan seksual terhadap kanak-kanak.

Leave a Reply