Mengenal 5 Gejala Autisme Sesuai Kelompok Umur BERITA HANGAT!

Ternyata isu hangat tentang ini adalah benar? Mengenal 5 Gejala Autisme Sesuai Kelompok Umur.

TEMPO.CO, Jakarta -Autisme adalah kelainan otak yang membatasi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Ini pertama kali muncul pada anak kecil, dengan spektrum dari ringan sampai parah. Beberapa penderita dapat menavigasi dunia mereka, beberapa memiliki kemampuan luar biasa, sementara yang lain berjuang untuk berbicara. Demikian disebutkan dalam laman WebMD.

Gangguan spektrum autisme (ASDs) mempengaruhi sekitar satu dari 68 anak, menyerang hampir lima kali lebih banyak anak laki-laki dibanding perempuan. (baca: Kisah Vaksin yang Konon Penyebab Autisme)

Para ilmuwan tidak tahu penyebab pasti autisme, tapi karena sering terjadi di dalam keluarga, gen mungkin berperan. Yang pasti, autisme lebih sering terjadi pada orang dengan kelainan genetik, seperti Fragile X dan tuberous sclerosis. Mengkonsumsi asam valproik atau thalidomide selama kehamilan meningkatkan risiko anak terhadap autisme. 

WebMD juga menyebutkan beberapa gejala autisme yang bisa dikenali berdasarkan kelompok umur.

Sebelum seorang anak berusia tiga tahun, misalnya, pengamat yang cermat bisa melihat tanda-tanda autisme. Dalam kelompok tersebut, beberapa anak berkembang normal hingga usia 18-24 bulan dan kemudian berhenti atau kehilangan keterampilan.  Berikut 5 gejala yang bisa dikenali:

1. Gerakan berulang (goyang atau berputar)
2. Menghindari kontak mata atau sentuhan fisik
3. Keterlambatan belajar berbicara
4. Mengulang kata atau ungkapan (echolalia)
5. Bingung dengan sedikit perubahan

Penting untuk dicatat bahwa tanda-tanda ini dapat terjadi pada anak-anak tanpa ASD juga. (baca: Vaksin Mencegah Penyakit Lebih Parah, Masih Ragu?)

Di usia bayi, sampai 12 bulan, ada beberapa gejala yang bisa diwaspadai. Ini terutama, karena sebetulnya bayi itu sangat tinggi sifat sosialnya. Jadi para orang tua bisa mendeteksi tanda-tanda autisme dalam cara bayi berinteraksi dengan dunianya.  Contohnya :

1. Tidak beralih ke suara seorang ibu
2. Tidak menanggapi namanya sendiri
3. Tidak terlihat orang di mata
4. Tidak mengoceh atau menunjuk pada usia satu tahun
5. Tidak tersenyum atau menanggapi isyarat sosial dari orang lain

Tapi para ahli juga wanti-wanti, bahwa bayi yang tidak memiliki autisme juga dapat memiliki perilaku ini, tapi sebaiknya hubungi dokter Anda segera dengan masalah apa pun.

Tanda-tanda autisme lebih terlihat pada anak usia 2 tahun. Sementara anak-anak lain membentuk kata-kata pertama mereka dan menunjuk pada hal-hal yang mereka inginkan, anak autis tetap terpisah. Tanda autisme meliputi:

1. Tidak ada satu kata pun dengan 16 bulan
2. Tidak ada permainan berpura-pura selama 18 bulan
3. Tidak ada frasa dua kata pada usia 2 tahun
4. Kehilangan kemampuan berbahasa
5. Tidak tertarik saat orang dewasa menunjukkan benda, seperti pesawat terbang di atas kepala

Orang dengan autisme terkadang memiliki gejala fisik, termasuk masalah pencernaan seperti konstipasi dan masalah tidur. Anak autis juga kadang koordinasi otot-otot besarnya kurang baik, misalnya dalam berlari dan memanjat, atau otot tangan yang lebih kecil. Sekitar sepertiga penderita autisme juga mengalami kejang.(baca: Lagi Soal Dumolid, Efeknya Kerusakan Saraf Permanen)

SUSAN

Hot update informasi disampaikan juga pada media Indonesia tentang Mengenal 5 Gejala Autisme Sesuai Kelompok Umur.

Leave a Reply