Kemenlu pastikan Johannes Marliem tewas Kamis pagi di Los Angeles BERITA MEDIA

Kabar terbaru Indonesia tentang Kemenlu pastikan Johannes Marliem tewas Kamis pagi di Los Angeles.

Merdeka.com – Kementerian Luar Negeri membenarkan salah satu saksi kunci kasus mega korupsi e-KTP, Johannes Marliem, tewas di Los Angeles, Amerika Serikat. Johannes tewas pada Kamis (10/8) dini hari waktu setempat.

“Dari informasi yang diterima KBRI Washington DC dari otoritas keamanan AS, jenazah yang ditemukan meninggal adalah Johannes Marliem, kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (12/8).

Pihak Kemenlu belum mendapat kabar mengenai penyebab kematian Johannes. Sebab, kasus kematian Johannes masih diselidiki otoritas keamanan setempat.

“Johannes Marliem ditemukan tewas dini hari 10 Agustus 2017 di Los Angeles,” ujar dia.

Johannes merupakan penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1, yang nantinya digunakan dalam proyek e-KTP. Dia membiayai staf pusat teknologi informasi dan komunikasi BPPT, Tri Sampurno, ke Florida dan Husni Fahmi.

Selama ikut serta seminar di Florida selama 7 hari, Tri dan Husni, salah satu staf BPPT lainnya, mendapat uang USD 20.000. Uang tersebut diberikan Johannes melalui perantara sesaat sebelum keduanya melakukan check in.

Merasa tidak berhak mendapat uang tersebut, uang pemberian Johannes langsung diserahkam ke Husni Fahmi di dalam pesawat.

“Saya kasih langsung uangnya yang di dalam amplop ke Pak Husni saat di dalam pesawat. Lalu saya bilang, mohon berikan saya akomodasi jika memang tidak ditanggung selama saya di sini. Saya di sana sembilan hari kurang lebih USD 1.500,” jelas Tri.

Pemberian uang tersebut merupakan bagian dari USD 20.000 yang diberikan Johannes Marliem. Dalam surat dakwaan milik Irman dan Sugiharto, sejumlah pengusaha yang tergabung dalam tim konsorsium melakukan beberapa pertemuan di ruko Graha Mas Fatmawati Blok B 33-35 milik Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dalam pertemuan tersebut diduga kuat sudah ada skema konsorsium yang akan dimenangkan, di mana konsorsium tersebut merupakan bawaan Andi Narogong.

Setidaknya ada tiga konsorsium yang dibentuk secara ‘sengaja’ oleh Andi yakni Konsorsium PNRI, Konsorsium Astragraphia, dan Konsorsium Murakabi. Untuk konsorsium Murakabi terdapat PT Java Trade yang masuk dalam anggota.

Direktur PT Java Trade, Johannes Marliem pun kemudian menawarkan Johannes Richard Tanjaya untuk membuat spesifikasi teknis agar nantinya AFIS menggunakan produk L-1.

Kabar tewasnya Johannes pun telah sampai ke telinga KPK. Namun KPK belum mendapat detail penyebab kematiannya Johannes.

“Kami belum dapat informasi lebih rinci. Dalam konteks penanganan perkara kasus e-KTP penyidikan sudah kuat. Itu adalah otoritas penegak hukum setempat,” kata Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, Jumat (11/8). [gil]

Gosip terhangat sesuai yang dikabarkan media Indonesia tentang Kemenlu pastikan Johannes Marliem tewas Kamis pagi di Los Angeles.