Efektif dan Validasi Lebih Baik KORAN INTERNET

Media online mempublikasikan kabar terbaru bahwa Efektif dan Validasi Lebih Baik.

Minggu, 12 Maret 2017 | 20:04 WIB

Petugas melakukan simulasi tata cara pengoperasian alat teknologi E-Voting, di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, 29 Juli 2017. Program E-voting ini untuk mendukung KPU dalam mencegah kecurangan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2017 sejak perhitungan di tempat pemungutan suara, rekapitulasi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di kabupaten/kota. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Bogor -Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 36 desa dari 26 Kecamatan, Ahad ini. Dari 36 desa, satu diantaranya menyelenggarakan Pilkades menggunakan sistem electronic voting (e-voting) untuk pertama kalinya di Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, yakni Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, Pilkades e-voting amat efektif, karena segi validasi data nya lebih baik jika dibandingkan dengan sistem pencoblosan seperti yang  sementara ini dilakukan. Juga lebih cepat dan lebih aman.

Baca: KPU Kaji Pakai E-Voting dalam Pilkada Serentak

“Tingkat partisipasi masyarakat juga bisa mencapai 60 persen, karena sosialisai kita gencar dilakukan,” kata Nurhayanti, Ahad, 12 Maret 2017.

Pilkades e-voting, kata Nurhayanti, atas kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). “Karena saya lihat di daerah lain ada yang sudah menggunakan sistem eletronik, masak kita tidak dibantu menggunakan e-voting,” ujar Nurhayanti.

Setelah menyaksikan pilkades e-voting, Nurhayanti mennganggap cara ini perlu dilakukan dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018. “Mungkin agak berat untuk Pilkada, bukan hanya karena jumlah pemilih kita yang banyak tapi juga tingkat pendidikan kita lebih rendah,” ucap Nurhayanti.

Camat Ciseeng Eddy Muslihat mengatakan proses pilades e-voting lebih cepat, hanya membutuhkan waktu dua detik untuk pencoblosan di bilik suara. “Lebih transparansi dan meminimalisasi kecurangan, karena data pemilih mengacu pada validitas e-KTP,” kata Eddy.

Menurut Eddy, awalnya warga sempat bingung saat melakukan pencoblosan. Tetapi setelah disosialisaskan, warga paham dan mengerti. Target panitia pilkades, ujar Eddy, partisipasi warga akan mencapai 80 persen. “Kita efektifkan dalam sosialisasi pada masyarakat dan calon,” ujar Eddy.

Untuk menyelenggarakan pilades e-voting, Eddy menjelaskan, disediakan 15 unit komputet dan kartu pintar pengganti surat suara manual. Dari 15 unit computer, lima unit dipinjamkan oleh BPPT, dan yang 10 unit dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Setiap bilik suara pada sistem e-voting diisi lima unit alat pemungutan suara. Pada saat pemilihan, setiap pemilih cukup menggunakan hak pilihnya pada layar sentuh yang berisi foto-foto dan keterangan para pasangan calon kepala desa,” kata Eddy. Eddy mengatakan pilkades e-voting di Desa Babakan, diikuti oleh tiga calon kepala desa, yakni Apendi , Ruslan, dan Mochamad Zein.

Kepala Program E-Pemilu BPPT Andrari Grahitandaru mengatkan, Desa Babakan menjadi role model (percontohan) pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting di Kabupaten Bogor. “Ini yang pertama (e-voting) di Kabupaten Bogor,” kata Andrari.

Baca juga: Tiga Daerah ini Jadi Percontohan Pilkada Elektronik 2018

Dia mengatakan, sampai saat ini BPPT sudah menerapkan sistem e-voting di 526 pilkades di sembilan kabupaten di Indonesia. “Hasilnya lebih akurat. Mereka percaya, bahkan ada selisih hasil yang menang hanya 1 suara. Sistem ini juga bisa meminimalkan perselisihan,” kata Andrari.

M SIDIK PERMANA

Berita hari ini yang mengejutkan seperti disampaikan media Indonesia tentang Efektif dan Validasi Lebih Baik.