DAP dedahkan dokumen dakwaan ‘salah guna kuasa’ Rahman Dahlan BENARKAH KABARNYA?

Media online mempublikasikan kabar terbaru bahwa DAP dedahkan dokumen dakwaan ‘salah guna kuasa’ Rahman Dahlan.

Dua pemimpin akar rumput DAP hari ini mengungkapkan dokumen-dokumen yang mendukung klaim mereka tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Datuk Abdul Rahman Dahlan saat menjadi menteri kesejahteraan kota, perumahan dan pemerintah lokal.

Satees Muniandy dan David Marshall, pada konferensi pers di Penang pagi ini mengatakan, beberapa pejabat dari Departemen Kejahatan Komersial Bukit Aman telah menginterogasi mereka sehubungan hal itu pada Senin yang lalu.

"Karena para pejabat masih bertanya apakah kami memiliki bukti, kami akan sediakan dokumen-dokumen terkait," kata Sates yang juga sekretaris bagian DAP Batu Kawan.

Keduanya mengungkapkan beberapa dokumen dari Komisi Sekuritas Malaysia untuk mendukung klaim tersebut.

Dokumen-dokumen terkait termasuk surat tanggal 20 Oktober 2017 dari perusahaan pengembang BHL Construction Sdn Bhd kepada Unit Perizinan Departemen Kesejahteraan Kota, Perumahan dan Pemerintah Lokal untuk meminta perpanjangan waktu (EOT) bagi proyek Palace Court di Cheras, Kuala Lumpur.

Keduanya menunjukkan kepada media surat tertanggal 24 Oktober 2017 yang ditandatangani oleh Mohamad Yusoff Ghazali dari Bagian Pengendalian Perumahan kementerian itu yang menolak permintaan BHL untuk EOT.

Mereka turut berbagi surat tanggal 28 Oktober 2017 dari Faridah Begum KA Abdul Kader Abdul Rahman yang ketika itu merupakan menteri terkait yang mengajukan EOT tersebut.

Menurut surat itu, Faridah mengklaim dirinya sebagai direktur BHL.

Namun, pemimpin veteran DAP Lim Kit Siang sebelumnya mengatakan dalam pernyataan di blognya, Faridah yang merupakan isteri kepada Jaksa Agung Tan Sri Mohamed Apandi Ali mengklaim bukan direktur perusahaan itu.

[Baca berita penuh]

Cerita aneh menurut situs media tentang DAP dedahkan dokumen dakwaan ‘salah guna kuasa’ Rahman Dahlan.

Leave a Reply