4 Alasan ilmiah yang anjurkan hari libur harus lebih lama! MEDIA ONLINE

Gosip hangat saat ini ternyata benar? 4 Alasan ilmiah yang anjurkan hari libur harus lebih lama!.

Merdeka.com – Libur lebaran hampir usai. Para pekerja dan beberapa kaum mahasiswa sudah harus ‘angkat pantat’ untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Liburan tahun ini pun sebenarnya cukup panjang, meski banyak dari kita yang tetap harus bekerja di liburan kali ini.

Padahal, momen liburan yang selain kita isi dengan berkumpul dengan keluarga, harusnya adalah hari di mana kita menjauhkan diri dari layar komputer dan banyak mengistirahatkan mata dan fisik kita dari berbagai kesibukan. Berbagai penelitian pun menyebut bahwa setidaknya kita harus punya 3 hari waktu beristirahat.

Berbagai riset ilmiah dalam bidang medis, kecukupan istirahat, sains kognitif, dan psikologi organisasi, ternyata merasa bahwa bahkan akhir pekan harusnya lebih lama dan hari kerja seharusnya mengambil waktu lebih pendek.

Tentu hal ini belum diterapkan di Indonesia, meski di libur lebaran adalah salah satu liburan yang mengambil waktu panjang. Jika mengambil perspektif, beberapa perusahaan di Amerika Serikat menerapkan akhir pekan lebih lama bagi karyawannya. Dari survey yang dilakukan organisasi bernama Families and Work, 43 persen partisipannya mengaku perusahaan tempat mereka kerja menerapkan akhir pekan 3 hari. Meski demikian, tak semua karyawan mendapatkannya. Hanya beberapa karyawan tertentu yang mendapat ‘keistimewaan’ ini.

Dari pandangan sains, mengapa kita harus punya waktu libu tiga hari tiap minggunya? Berikut penjelasannya.

Kabar hari ini disadur berdasarkan situs berita tentang 4 Alasan ilmiah yang anjurkan hari libur harus lebih lama!.

Leave a Reply